Jengkel-Jengkel Cinta.

Gemas (kata sifat) yang artinya "sangat suka bercampur jengkel; jengkel-jengkel cinta". Hngg... Oke sip.

Masa transisi mungkin adalah masa yang paling tidak nyaman yang pernah gue rasakan selama hidup dua puluh tiga tahun di bawah matahari. Setelah menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana, rasanya dunia adalah tempat yang sangat amat luas. It did not scare me but I did feel lost; and I do not like the feeling.

Gue tersenyum sembari mengakomodir ucapan selamat dari orang-orang terdekat. "Masa depan pasti cerah! Oh, the things you will do! Selamat menempuh hidup baru!" Oy vey. Little did they know that I was bloody nervous. Gue lebih deg-degan setelah selesai sidang daripada sewaktu sebelum sidang. I smiled, trying to quell whatever is going on inside my head and quickly dashed to a bookstore after the crowd dispersed. I want to buy a map. Malu bertanya, sesat di jalan. Katanya. Tapi menurut gue, kalau nyasar atau belum tahu tempat tujuan, ya, beli peta. So I bought a map, a map of the world. Ada segelintir harapan bahwa it might actually give some sense of bearing, at least in answering the question "Where to go now?". Dora the Explorer consulted her talking map when she gets lost. I packed and went to the car to head back home. I cannot wait to unroll the map and see the world. Unlike Dora's, my map cannot talk but it will probably show me the places to go. It might. I sat at the corner of my room, stare at the visual of this planet we call home, and I felt nothing. No flicker of light, no X mark. Nothing. My map is not showing me the way. At that point, I knew I'm screwed.

That happened almost a year ago.

Hampir genap dua belas bulan gue terlepas dari sistem pendidikan. It was (and still is) the weirdest feeling I've felt in years. Bayangkan, biasanya setelah lulus kelas, lo pasti sudah tahu langkah selanjutnya. Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar bergulir begitu saja. If you do what you're supposed to do, pasti naik kelas. Nonot much is probably a better phrasethinking is required. Sekolah Menengah Pertama pelajaran mulai lebih menantang. Kalau bisa menyeimbangkan antara cakap, pintar, dan rajin, ya, pasti akan naik jenjang ke kelas satu Sekolah Menengah Atas dengan mudah. Ketika duduk di bangku SMA, hal yang menentukan mungkin adalah dimana mau menuntut ilmu selanjutnya. You move from system to system. Tetapi sistem tersebut pada waktunya akan berakhir. Your life is no longer outlined. You will have to make your own decisions; and bear your own consequences.

"Kyaaa!" adalah reaksi yang tepat untuk memulai langkah pertama menjadi dewasa. Now what? 

"Susan, Susan, Susan. Besok gede, mau jadi apa?" tanya Ria Enes kepada Susan, boneka kecil yang menurut gue agak menyeramkan. "Aku kepingin pinter biar jadi dokter," jawab Susan. Sepertinya Susan tidak mengerti bahwa sebenarnya modal pintar saja tidak cukup untuk bisa menjadi dokter. Or anything in life at this point in time. (Sebenarnya cukup untuk menyelesaikan tuntutan akademis but life requires so much more than just your high IQ. Somebody should probably tell this to Susan.)

Mungkin itu adalah masalah terbesar gue setelah lulus kuliah. I feel small. I feel very, very small. I feel that I do not have enough. Aneh rasanya. Umur sudah jauh lebih banyak dari Susan si Boneka tapi keberanian tidak lebih besar dari tubuh mungilnya. Selalu ada suara di belakang kepala "Sudah lah. Mimpi jangan muluk-muluk..." Padahal bukan kah lebih wajar jika dengan bertambahnya umur, bertambah lah juga mimpi-mimpi kita? Loh tapi ini kenapa jadi makin ciut hati dan sekarang sepertinya membeli peta dunia adalah langkah yang salah. Terlihat jelas bahwa dunia besar dan luas. Memiliki lebih dari tujuh miliar penduduk dan di antara bermiliar-miliar manusia tersebut hidup lah seorang Athalia yang tinggi dan kurus. That's not a comforting thought. Lalu sekarang mau apa? Mengejar kebahagiaan? Dengan cara apa? Menjadi kaya? Mencari uang? Menaiki tangga karir? That's it?

Setelah belajar lebih dari dua belas tahun, gue mengerti sedikit banyak tentang teori seputar apa yang gue pelajari. But I do not think I know me. Being taken out of a system forces you to think for yourself.  Tidak ada lagi orang yang menentukan prioritas atau keputusan. You're on your own. This, my friend, is freedom.

Jadi sekarang bagaimana? Kebebasan sudah ditangan. Sekarang apa? Mau takut sampai kapan?Selamanya? Goodness, no. So I sit and think and think and think and these three points are what I manage to come up with.

  • BERDIRI SENDIRI. Keindahan hidup ini seyogyanya mulai dari diri sendiri. Secara sistemik sebenarnya konsep yang kita pelajari waktu sekolah benar. Dari satu orang lalu menjadi keluarga, Rukun Tetangga, Rukun Warga, kelurahan, kecamatan, kotamadya, dan lain sebagainya. Jika sebagai individu kita tidak menggali bakat dan keunikan pribadi, kacau lah semuanya, kawan. Lo ga bahagia, keluarga lo ga bahagia, Rukun Tetangga lo ga bahagia, Rukun Warga lo ga bahagia... Ngerti kan maksudnya? Maka dari itu, I knew I had to learn on discover myselfnot in a nasty way, mind yousupaya gue bisa memulai rantai kebahagiaan. Tidak mudah berdiri sendiri, apa lagi kalau lagi sedih. Rasanya harus berbagi, "curhat" kalau kata kebanyakan orang Indonesia, curahan hati. Mungkin ini adalah alasan kenapa banyak sekali yang tidak suka menjadi orang single. Tapi ayo lah. Sendiri berani. Nanti kalau sudah berdua baru sehidup semati.

  • MEMBERI DIRI. Menurut gue, cara termudah untuk mengetahui sebenarnya apa saja yang ada di dalam diri lo adalah dengan memberi. Some might think, traveling is the way to go! You discover yourself when you take yourself out from a country. Betul. Namun kalau pergi lalu tempat tujuannya nyaman stardar wisatawan, I do not think you'd be able to measure yourself. Dengan demikian, gue memutuskan untuk mengajar and, oh boy, did I learn... Mengajar adalah proses menyalurkan ilmu atau pengetahuan yang ada di dalam seseorang untuk dimultiplikasikan dan dicurahkan kepada para pendengarnya, be it adults or children. Ketika orang mendengar anda berbicara di depan dan mengajar, seluruh jiwa dan raga harus tenang karena kalau tidak, ya, yang mendengar akan kebingungan. Garbage in, garbage out katanya. Jika yang diberikan sang pengajar tersebut adalah sampah, yang ia konsumsi pun pasti tidak berkualitas baik. Hati-hati apa yang dikonsumsi, untuk belajar atau pun hiburan. Kid President, on Youtube, once said that "No matter who you are, somebody is learning from you." Jadi jangan mengira bahwa lo harus mendedikasikan waktu untuk mengajar. Tidak. Ketika kamu dan saya bercengkrama dengan lawan bicara pun you would either be the student or the teacher. If you are the teacher, what do you teach? What will you give to other people? Positive or negative impact?

  • BERGERAK BERSAMA. I would like tell you straight to your face that, darling, you are not amazing just the way you are. Bruno Mars did not think the lyrics through. Masih banyak yang harus diperbaiki dari anda dan saya. Kita ga baik-baik banget. Untuk menjadi lebih baik, dibutuhkan orang yang berani mengoreksi dan mengkritik dan dibutuhkan orang yang mau untuk dikoreksi dan kritik. Bergerak harus bersama.

Ketika keluar dari sistem, gue harus membangun kehidupan sendiri. Apa yang gue dapat dari tahun-tahun dimana gue duduk dibangku sekolah ternyata adalah bahan dasar konstruksi untuk proses ini. Maka dari itu gue sering gemas melihat orang-orang yang malas atau pun hidup tanpa niat untuk menjadi lebih baik. I love you, I do. But you need to get better. You. And me. Tapi sendiri-sendiri. Make your "bad" to be "better", your "good" to become your "best". Tidak mudah tapi pasti bisa. Ayo lah.

Salam dari yang gemas,
Athalia Karima Yedida Soemarko

5 comments:

  1. baca tulisan Kak Atha selalu bisa bikin semangat .. gak tau kenapa. sudah sering stalking twitter yang pada akhirnya jadi follow blog ini, terus jadi stalking blog ... , satu atau dua tahun yang lalu (terus jadi tau Kak Wynne dan fashion blog nya). Kakak yang kurus tapi ternyata prestasinya, personality, and your wisdom are just obese.

    I know this may sound so blah, but I adore you. terimakasih sudah ngeblog yang gini gini, karena kadang I feel like I need to figure my years waaaay before it even happens and somehow you 'guide' me through - not to mention calm me down. thank you for being an inspiration :)

    much love,
    Dee
    Slumber Talk

    ReplyDelete
    Replies
    1. "...yang kurus tapi ternyata prestasinya, personality, and wisdom are just obese."

      That is a very interesting way to describe me haha. Thanks!

      Delete
  2. Alesan. Udah sana mulai kerjain dulu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lagi bergerak. Pelan sih. Tapi bergerak kok haha.

      Delete
  3. Tema tulisannya sudah umum dan terkesam biasa sih, tapi kemampuan merangkai kata itu yang mahal (:

    ReplyDelete