Pour Me A Glass Of...

Gue ga bisa tidur. Bisa sih but I'm not tired enough to fall asleep just yet.

Jadi seperti biasa I twist and turn on my bed trying to find the right amount of tired, counting sheep and whatnot. Did not work. Never worked. I should've known better. So there I was in the darkness, staring at my water bottle yang selalu ada di samping tempat tidur supaya kalau gue haus di malam hari ga usah repot turun ke dapur untuk minum. Dan di situlah otak gue yang masih aktif sampai detik ini mulai menganalisa yang tidak harusnya di analisa di jam yang seperti ini.

Sedikit latar belakang. Gue baru kembali dari dokter siang tadi just to prove a point that sebenarnya gue ini sehat waalfiat dan tidak kekurangan sesuatu apapun. Memang gue kurus but I'm not weak. Beda. Tapi terminologi dan prinsip itu mungkin akan gue jabarkan di lain waktu saja. Pokoknya, agak gak penting sebenarnya kunjungan ke dokter hari ini tapi ya sudah lah a little check up will not do any harm. Seperti biasa Jakartaku yang indah ini... Macet, dan seperti biasa juga, like any other proper, tweeting Jakartan, gue baca-baca entry Twitter orang - orang yang ada di Timeline gue. I was bored. The traffic was crazy. Sudah mulai gelap karena gue pergi dari siang sampai malam which means I cannot read my book and thus I did not have anything else better to do.

So I read. I read, well, tweets. Banyak orang yang berasumsi kalau gue ini stalker but I'm not. Really. I don't stalk. I just so happen to read what YOU tweet. Maybe I should mencoba untuk jabarkan dulu kronologi kejadian dimana biasanya seseorang akan berasumsi bahwa gue, Athalia Soemarko, adalah stalker sejati:
  1. Lo tulis masalah/cerita/ide/lirik/apapun di Twitter.
  2. You hit 'Send'.
  3. Gue, yang ternyata adalah follower lo, baca tweet tersebut.
  4. Pas kita ketemu, karena ingatan gue tentang hal beginian kencang, I asked you about your masalah/cerita/ide/lirik/apapun itu.
  5. You asked me how I know.
  6. Karena gue b-i-a-s-a-n-y-a kelewat iseng, gue cuma bilang "I know everything... So what's up? What was on your mind?
  7. Setelah itu lo teriak, "Stalker lo, Tha!"
  8. Padahal gue cuma baca, gue inget, gue nanya tentang masalah/cerita/ide/lirik/apapun itu yang lo cuap-cuap sendiri di sebuah situs sosial media.
For your information, I only follow 250 people. That is a small number and I just so happen to use my big brain capacity. So I remember, I don't stalk. I read and remember. Kalau emang gue lagi penasaran, gw tanya langsung ke elo tentang masalah/cerita/ide/lirik/apapun itu yang lo jabarkan di jaringan sosial media tersebut. Ini juga adalah alasan mengapa gue tidak mau follow sembarang orang. I cannot stand negativity. Gue baca setiap entry Twitter teman-teman dekat gue yang gue follow. Hidup mereka relevan dengan hidup gue. If I don't know you, why on Planet Ding Dong would I bother following you? Sigh. This is beside the point. 

Anyway... Jadi waktu gue lagi stuck menikmati keindahan kemacetan Jakarta, gue baca entry Twitter dari seseorang yang menjabarkan kegundahan hidupnya dan bagaimana dia sedang menikmati sebotol alkohol untuk mengobati kegundahan tersebut. Blah blah blah. Gue tertawa. But then that got me thinking... Apa sih yang biasanya gue minum?

 Pertanyaan yang aneh. I know. But here's my list setelah menganalisa dan trying to connect what I would drink in what situation. Pardon the randomness. It's 2 in the morning.


DRINKS 101
  •  Air Putih. Air putih adalah minuman yang paling basic yang orang akan cari di waktu dia haus. I drink a substantial amount of water everyday. So when I drink water, there is no significant thing that's going on. Or maybe I feel a little flat. You know that feeling, waktu hidup berjalan dengan seharusnya, kiri kanan baik-baik saja. Yeah, that's the time when I will be drinking air putih. Jadi mungkin analisa yang tepat adalah: When I drink the basic mineral water, nothing is happening in life. Bam.

  • Milk and Juice. Be it Milo, Ultra Milk Chocolate, Greenfields, atau Pediasure. Gue masih minum Pediasure sampai hari ini juga dan semua merek susu yang tertera di atas biasanya gue minum waktu gue tahu badan gue perlu asupan mineral/sesuatu yang extra sehat, or at least kelihatan sehat. Kalau memang badan gue sudah terlalu capek, a glass of juice in the morning is all I need. Karena biasanya kalau sudah ga enak tenggorokan lah ini lah itu lah, nafsu makan berkurang. Kalau gue ga bisa tidur, a glass of warm milk akan membuat gue ngantuk. Milk is my comfort drink. Conclusion? I don't know.

  • Alcohol. Yes, I drink alcohol. Tapi, if you must know, biasanya kalau gue minum alcohol artinya... I don't like you that much. Ha ha. Beneran. Gue sebenarnya ada tipe orang yang mudah untuk ngobrol dengan segala jenis manusia. Tapi memang tidak bisa di pungkiri kalau kadang-kadang aura dari lawan bicara itu agak sedikit tidak enak, entah ketus atau pun judes. Untuk bicara dengan luwes dan sopan terhadap lawan bicara yang sulit, I need a good drink or two. Kalau tidak, akan sangat amat susah untuk menendang diri untuk berbicara tanpa spitting the same fire on that person's face. I don't drink to get drunk. I drink... to try to talk to anybody, if I must, with a smile on my face. It's a different kind of happy but at least you will think I am happy to talk to you.

  • Tea. Teh panas tawar adalah my go-to drink kalau gue ga tau mau pesan minum apa. I guess I am Indonesian that way. Thus teh adalah... Nevermind.

  • Jadi kalau gue lagi gundah gulana, stress, atau marah, minum apa? This might sound really odd tapi gue akan minum Coca Cola. Seperti yang sudah gue jabarkan di atas, I'm not the drunken type but I really like Coca Cola: the taste, the texture, and the effect. Kalau gue ngantuk, ini lebih nendang dari pada kopi. Kalau gue kepanasan, dinginnya selalu pas. Kalau gue capek, kadar gula di dalamnya biasanya cukup to buy me 3 hours of hyper time before crashing afterwards.

So those are my drinks dan analisa gue at this early in the morning. I might not make a lot of sense but I don't feel like putting this in my Draft Entry. And! Hey, it's 02:35 in the morning. I'm going to get my glass of milk. 


Good morning,
Athalia Karima Yedida Soemarko.

2 comments:

  1. hey.
    i just found about your blog and i gues you won't read this since you posted that writing like a half year ago.
    surprisingly, you're not a coffee person?
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. To stay awake, coffee is not my drink of choice. But I do drink it occasionally when I crave it.

      Delete