Tanya Kenapa.

Waktu berjalan agak sedikit terlalu cepat, sepertinya. All of a sudden February is here and my blog is left unattended. Posting terakhir di buat di bulan Desember... and that's like AGES ago. It's not like I expect people to read these tapi ya sudah lah ya. Anyway, sepertinya alasan kenapa blog ini berantakan, ga jelas, dan tidak ada juntrungannya karena dari pertama kali buat gue ga pernah set where this thing is going because well, I have NO IDEA where this will lead and I kept on throwing things in writings. Tidak baik, memang.

Jadi gue tanya kenapa, seperti iklan rokok yang apa lah itu namanya. Kenapa ya dulu blog ini di buat? Tadinya I was thinking of doing this blog to describe my sorry, academic life thus the name: nerdus maximus. Tapi, academic life gue ga se-madesu itu sampe bisa di deskripsikan dengan sangat amat tragisnya.

Nah, tadi siang, sembari tidur tiduran di rumah menikmati panasnya Jakarta... I stumbled on my old poems and lyrics. No, gue bukan penyanyi, ga bisa nyanyi malah. Ini lirik yang di buat untuk teman teman musisi terncinta. Sementara tulisan tulisan yang lain adalah pelampiasan kekesalan atau hasil imajinasi saja. Waktu di liat liat ternyata BANYAK JUGA YAAAHHHH dan kasian banget kalo mereka di simpan tidak terbaca. Tadinya gue mau buat blog baru hanya untuk puisi puisi dan tulisan pelampiasan perasaan ini. Tapi koq rasanya ga banget kalo punya dua blog dan nanti pada akhirnya dua-duanya ga ke urus. Jadi, yah... sepertinya nerdus maximus akan berubah halauan. Ga berubah halauan juga sih karena memang dari pertamanya it has no purpose so I am setting one now!

Sesuai dengan namanya, The Thought Collector, tulisan tulisan yang di post adalah karangan si pemikir. Tidak semuanya nyata, beberapa adalah imajinasi belaka. Tapi setidaknya lebih baik dari pada kumpulan non-sense.

Baiklah, pembacaku yang setia, if you're really there, the post above this one will be the first poem published. Selamat menikmati.

Salam hangat, Athalia Karima Yedida Soemarko.

No comments:

Post a Comment